JAKARTA, Signalberita.com — Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi pada Juli 2026, atau tumbuh 28,69 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan juga terjadi pada transaksi melalui internet dan aplikasi mobile. Masing-masing mencatat kenaikan sebesar 9,39 persen dan 24,25 persen secara tahunan.
Sementara itu, transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tumbuh lebih tinggi, yakni mencapai 82,42 persen yoy. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah pengguna dan merchant yang memanfaatkan QRIS.
Perkembangan transaksi digital menunjukkan layanan keuangan berbasis teknologi semakin terintegrasi dengan aktivitas finansial masyarakat. Kondisi ini turut meningkatkan kebutuhan konsumen terhadap aplikasi keuangan yang mudah di gunakan, cepat, dan stabil.
Kemudahan Jadi Pertimbangan Pengguna
Survei Ipsos Indonesia menunjukkan kemudahan dan efisiensi menjadi sejumlah faktor yang di pertimbangkan masyarakat dalam menggunakan layanan bank digital.
Sebanyak 71 persen responden menyebut proses transaksi yang mudah dan cepat sebagai salah satu pertimbangan utama. Kemudian, 66 persen mempertimbangkan kelengkapan produk dan fitur transaksi, sedangkan 61 persen menilai kemudahan penggunaan aplikasi sebagai faktor penting.
Selain itu, 57 persen responden menyebut proses pembukaan rekening yang sederhana turut mendorong penggunaan aplikasi bank digital.
Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla, mengatakan pengalaman pengguna terhadap aplikasi bank digital kini tidak hanya di tentukan oleh ketersediaan layanan perbankan secara digital.
Menurutnya, kecepatan transaksi, stabilitas sistem, kemudahan antarmuka, serta kelancaran proses juga menjadi bagian penting dari pengalaman pengguna.
“Seiring semakin terintegrasinya bank digital dengan aktivitas finansial sehari-hari, pengguna bank digital tidak hanya membutuhkan akses terhadap layanan perbankan secara digital, tetapi juga pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat di andalkan,” ujar Hansal dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Persepsi Pengguna terhadap SeaBank
Dalam survei Ipsos Indonesia, SeaBank mencatat persepsi positif pada sejumlah atribut terkait performa aplikasi.
Pada aspek kelancaran dan kecepatan respons aplikasi dalam memproses transaksi, SeaBank mencatat persepsi positif sebesar 67 persen.
Sementara itu, pada aspek stabilitas aplikasi dengan minim gangguan atau error, persepsi positif terhadap SeaBank mencapai 66 persen.
Selain performa teknis, kemudahan penggunaan juga menjadi bagian dari pengalaman pengguna. Pada atribut kemudahan dan kesederhanaan dalam memahami antarmuka atau interface, SeaBank mencatat persepsi positif sebesar 56 persen.
Sedangkan untuk aspek kemudahan membuka rekening, SeaBank mencatat angka 54 persen.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa proses pembukaan rekening yang sederhana dan navigasi aplikasi yang mudah di pahami menjadi bagian dari pengalaman pengguna dalam mengakses layanan keuangan digital.
Kebutuhan Aplikasi Digital Semakin Berkembang
Meningkatnya frekuensi transaksi digital membuat kebutuhan terhadap aplikasi yang responsif, stabil, dan mudah di gunakan semakin menjadi perhatian konsumen.
Hansal mengatakan preferensi masyarakat terhadap bank digital terus berkembang seiring dengan semakin beragamnya kebutuhan transaksi sehari-hari.
“Preferensi konsumen terhadap bank digital terus berkembang seiring semakin beragamnya kebutuhan transaksi sehari-hari. Ketika aplikasi menjadi bagian dari aktivitas finansial yang semakin rutin, pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat di andalkan jadi semakin relevan dalam membangun pengalaman konsumen terhadap layanan digital banking,” kata Hansal.(*)




















