SIGNALBERITA.COM – Meskipun Impor bahan bakar minyak (BBM) dan minyak mentah pada Juli mengalami kenaikan. Namun, stok Bensin RON dan 95 di SPBU swasta mengalami kekosongan.
Hal di sampaikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. Ia membeberkan penyebab stok bensin kosong belakangan ini terjadi migrasi atau pergeseran permintaan untuk BBM, khususnya bensin nonsubsidi dengan RON di atas 90 setara Pertalite, sehingga kebutuhan impor komoditas pun ikut terkerek.
“Jadi untuk peningkatan impor itu terjadi karena ada shifting juga. Ini kan Pertamina mewajibkan pembeli BBM bersubsidi] menggunakan QR Code. Masyarakat perlu mendaftar, kemudian mungkin juga cc kendaraannya tidak sesuai tidak memenuhi syarat untuk membeli BBM bersubsidi seperti Pertalite,” ujarnya ditemui di DPR, Rabu (3/9/2025).
Akibat banyaknya masyarakat yang tidak memenuhi syarat untuk membeli Pertalite, kata Yuliot, terjadi gelombang pergeseran permintaan terhadap BBM non subsidi; baik di SPBU Pertamina maupun swasta.
“Menurut perhitungan kami, itu shifting yang terjadi sekitar 1,4 juta kiloliter kl. Jadi itu yang menyebabkan gangguan pasokan bensin RON 92 dan 95 di SPBU swasta karena ada peningkatan permintaan untuk badan usaha swasta,” terang Yuliot. ***









