SIGNALBERITA.COM – Jembatan kayu yang merupakan satu-satunya akses warga untuk melintas menuju kebun, di desa Pinggir Air, kecamatan Kumun Debai Sungai Penuh, kini kian memprihatinkan.
Kayu yang menjadi lantai dari jembatan ini sudah terlihat lapuk termakan usia, beberapa sisi terlihat lantai jembatan sudah tidak utuh lagi. Warga yang ingin melintas pun terpaksa meletakkan sebuah papa agar bisa melintas dengan berhati-hati.
Sudah hampir 10 tahun jembatan ini tidak pernah di perbaiki, saat ini hanya terlihat besi penyangga papan dan tali yang masih utuh kiri dan kanan.
Kendati kondisinya sudah nyari ambruk, namun warga tetap melintasi jembatan yang sudah rapuh termakan usia tersebut, karena mereka terpaksa melintas sebab tidak ada jalan lain warga untuk menuju ke kebun miliknya.
Terkadang mereka pun timbul rasa takut setiap masyarakat melintasi jembatan kayu tersebut, karena bisa saja suatu waktu Jembatan yang setiap hari melintas itu ambruk dan masuk dalam sungai.
Nur salah seorang warga setempat menuturkan bahwa ini merupakan satu-satunya akses masyarakat untuk menuju ke kebun miliknya.
“Setiap hari kami melintas kalau mau ke kebun, sebab ini jalan terdekat, walupun sudah mulai rapuh kami terpaksa melewatinya,”ujarnya sambil menunjukan kondisi jembatan yang sudah nyaris ambruk tersebut.
Dia menyebutkan jembatan tersebut sudah cukup lama tidak pernah di perbaiki. Jembatan ini biasa di gunakan mengakut hasil perkebunannya. “Jembatan ini di gunakan untuk mengangkut hasil perkebunan masyarakat,”katanya.
Dirinya berharap pemerintah kota Sungai Penuh, untuk dapat membangun jembatan yang permanen, agar masyarakat pun bisa nyaman melintas membawa hasil perkembunannya. “Semoga ada Perhatian pemerintah untuk bangun jembatan yang permanen, jadi kami tidak takut lagi melintas,”harapnya.(Fra)








