JAKARTA, SIGNALBERITA.COM — Maraknya aplikasi Virtual Private Network (VPN) palsu, Google mengeluarkan peringatan keras pengguna Android. Perusahaan teknologi itu menyebut, sejumlah aplikasi VPN yang beredar di toko aplikasi resmi ternyata disusupi malware dan bisa mencuri data pribadi hingga uang pengguna.
Dalam laporan keamanan terbarunya, Google mengungkap bahwa aplikasi VPN palsu telah memengaruhi sekitar 3,9 miliar pengguna Android di seluruh dunia. Banyak korban tak menyadari bahwa aplikasi yang mereka instal merupakan versi palsu yang menyamar sebagai merek VPN ternama.
“Aktor-aktor ini cenderung menyamar sebagai merek VPN perusahaan dan konsumen tepercaya atau menggunakan umpan rekayasa sosial, seperti iklan bernada seksual atau isu geopolitik, untuk menargetkan pengguna rentan yang mencari akses internet aman,” kata Laurie Richardson, Wakil Presiden Kepercayaan dan Keamanan di Google, dikutip dari Independent, Rabu, 12 November 2025.
Google menjelaskan, aplikasi VPN palsu itu kerap mengirimkan payload malware berbahaya seperti pencuri informasi, trojan akses jarak jauh, hingga trojan perbankan. Malware tersebut mampu mencuri riwayat penelusuran, pesan pribadi, data keuangan, hingga dompet kripto pengguna.
Richardson mengimbau pengguna untuk hanya mengunduh aplikasi VPN dari sumber resmi, serta memperhatikan lencana VPN di halaman aplikasi Google Play.
“VPN seharusnya tidak memerlukan akses ke kontak atau pesan pribadi Anda,” ujarnya.
Selain itu, Google menyarankan pengguna agar tetap waspada terhadap peringatan unduhan dari peramban dan memastikan perangkat lunak antivirus tetap aktif.
Lima Tren Penipuan
Laporan yang sama juga menyoroti lima tren penipuan daring yang tengah marak menjelang akhir tahun, antara lain:
1. Penipuan lowongan kerja daring
2. Pemerasan dengan ulasan negatif
3. Peniruan produk berbasis AI
4. Scam recovery atau penipuan “pemulihan penipuan”
5. Kampanye penipuan musiman seperti Black Friday dan Cyber Monday
Google memperingatkan pengguna untuk tidak tergoda dengan penawaran yang terdengar “terlalu bagus untuk menjadi kenyataan”, serta waspada terhadap pesan atau email yang mengaku dari perusahaan pengiriman dan meminta tindakan cepat.
Sebagai langkah pencegahan, Google menegaskan beberapa hal: unduh VPN dari sumber resmi, periksa izin aplikasi, aktifkan antivirus, serta hindari promo mencurigakan menjelang musim belanja besar seperti Black Friday.***









