Signalberita.com – Kondisi Mata uang kripto Ripple (XRP) saat ini kembali mengalami tekanan pasar dan bergerak melemah. Hingga akhir pekan ini, XRP masih di perdagangkan di bawah sejumlah level teknikal penting yang menunjukkan tren bearish masih mendominasi.
Harga XRP tercatat bergerak di kisaran US$1,36 setelah gagal menembus area resistance US$1,39. Kondisi tersebut membuat investor mulai mewaspadai potensi penurunan lanjutan menuju level support utama di sekitar US$1,35.
Arus Dana ETF XRP Masih Mengalir
Meski harga sedang tertekan, minat investor institusi terhadap XRP ternyata masih cukup stabil. Produk investasi berbasis XRP atau ETF tercatat tetap menerima arus dana masuk selama tiga minggu berturut-turut.
Nilai arus masuk ETF XRP di laporkan mencapai sekitar US$12,57 juta dalam sepekan terakhir. Hal itu menunjukkan masih adanya permintaan dari investor besar terhadap aset digital tersebut.
Namun derasnya arus modal itu belum mampu mengangkat harga XRP secara signifikan di tengah sentimen pasar crypto yang masih cenderung hati-hati.
Cadangan XRP di Bursa Menurun
Di sisi lain, jumlah cadangan XRP di sejumlah bursa kripto besar mulai mengalami penurunan. Data terbaru menunjukkan saldo XRP di Binance turun dari sekitar 2,78 miliar token menjadi 2,74 miliar token.
Penurunan cadangan di bursa umumnya di anggap sebagai sinyal positif karena menandakan investor memilih menyimpan aset mereka dibanding menjualnya ke pasar.
Meski begitu, kondisi tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan tren bearish XRP dalam jangka pendek.
Tekanan Teknikal Masih Kuat
Secara teknikal, XRP masih bergerak di bawah beberapa moving average utama yang menjadi indikator tren pasar.
Analis menyebut level resistance terdekat berada di area US$1,41. Jika berhasil ditembus, XRP berpotensi melanjutkan penguatan menuju US$1,48 hingga US$1,70.
Sebaliknya, apabila tekanan jual terus meningkat dan support US$1,35 gagal dipertahankan, harga XRP diperkirakan bisa turun lebih dalam menuju area US$1,30.
Pasar Crypto Masih Di penuhi Ketidakpastian
Melemahnya XRP juga terjadi di tengah sentimen risk-off yang masih membayangi pasar aset digital global. Bitcoin dan Ethereum sebelumnya juga mengalami tekanan akibat aksi jual investor dan ketidakpastian ekonomi global.
Meski demikian, sebagian investor masih optimistis pasar crypto dapat kembali pulih apabila sentimen institusional dan adopsi aset digital terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang.***










