SIGNALBERITA.COM – Real Madrid menutup fase klasemen Liga Champions dengan kekalahan menyakitkan. Bertandang ke markas Benfica di Stadion da Luz, Lisbon, Kamis dini hari WIB, 29 Januari 2026, Los Blancos tumbang 2–4 dan harus puas melaju lewat jalur playoff 16 besar.
Madrid sempat membuka harapan lewat gol cepat Kylian Mbappé. Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Benfica merespons dengan intensitas tinggi. Andreas Schjelderup mencetak gol penyeimbang, disusul penalti Pavlidis yang membalikkan keadaan sebelum jeda.
Babak kedua kian menegaskan rapuhnya Madrid. Schjelderup kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-54. Mbappé sempat menyamakan kedudukan empat menit berselang, tapi gol sundulan Tiago Gouveia di penghujung laga memastikan kemenangan Benfica sekaligus mengunci posisi ke-24—batas akhir tiket playoff.
Situasi Madrid makin rumit setelah harus bermain dengan sembilan orang. Asencio dan Rodrygo diganjar kartu kuning kedua yang berujung kartu merah, masing-masing akibat tekel keras dan protes berlebihan.
Gelandang Madrid Jude Bellingham tak menutupi kekecewaannya. Ia menyebut penampilan timnya sebagai salah satu yang terburuk musim ini. “Kami kebobolan dari gol-gol yang seharusnya bisa dihindari. Mereka lebih agresif dan memenangkan duel-duel penting. Kami bahkan gagal melakukan hal-hal paling dasar,” ujarnya.
Kekalahan ini membuat Madrid finis di peringkat kesembilan dengan 15 poin, terpaut satu angka dari zona delapan besar yang lolos langsung ke babak 16 besar. Sebaliknya, Benfica menjaga asa tetap hidup—sementara Madrid harus menerima kenyataan: jalan mereka di Liga Champions musim ini kian terjal.***









