JAMBI, SB – Sebagai peraih suara terbanyak untuk DPR RI pada Pemilu 2019 di Provinsi Jambi, nama Hasan Basri Agus (HBA) mungkin saja masih mengangkasa dalam proyeksi peraih kursi DPR RI pada 2024 mendatang.
Jumlah perolehan suara HBA pada Pemilu 2019 sebanyak 200.291 Suara. Pada Pemilu 2019 ini tidak ada satupun Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Jambi yang mampu mencapai setengah dari suara HBA. Berdasarkan hasil perolehan suara yang sangat signifikan itu, maka tidak berlebihan ada yang mengatakan HBA terlalu sakti untuk dikalahkan.
Akankah pada pemilu legislatif 2024 HBA masih sesakti dulu?
Pengamat Politik dari Lembaga Riset Public Trust Institute (PUTIN) Pahrudin HM mengatakan, kans HBA untuk kembali ke senayan masih cukup besar, hanya saja untuk mempertahankan suara seperti pemilu 2019 tentu cukup berat. Menurutnya HBA tidak sesakti dulu lagi.
“Kalau unggul masih mungkin, namun tidak sesakti 2019,”ujarnya.
Dijelaskannya ada beberapa alasan yang menggerus kekuatan HBA, baik dari internal partai Golkar dan faktor eksternal. Diinternal partai Golkar terjadi kompetisi yang cukup ketat, dikarenakan hadirnya sejumlah nama besar seperti Cek Endra (CE), Saniatul Latifa,Asafri Jaya Bakri (AJB). Ketiga nama ini cukup populer di Provinsi Jambi. Hal ini berdampak pada perebutan lumbung suara oleh para caleg Golkar.
Sedangkan faktor eksternalnya adalah kontestan dari partai lain, apalagi saat ini dengan asumsi seluruh partai besar menaikkan target mereka.
“Misalnya PDIP, Gerindra, mereka sudah menaikkan target mereka dengan dukungan caleg yang sudah populer seperti Edi Purwanto dan Ratu,” Jelas Pahrudin.
Ada Dukungan Kepala Daerah
Sebagaimana diketahui melajunya HBA dengan mulus ke senayan pada pemilu 2019 dinilai tidak terlepas dari dukungan sejumlah Kepala Daerah yang menjabat pada saat itu, seperti CE dan Al Haris yang masih menjabat sebagai Bupati Sarolangun dan Merangin saat itu. Saat ini CE sudah menjadi kontestan dan rival bagi HBA.
Keberadaan Al Haris yang disebut memiliki hubungan emosional dengan HBA, bisa saja menjadi alasan logis bagi HBA untuk bisa mempertahankan suaranya.
“Namun hal ini menjadi dilematis bagi Haris karena dia berada pada partai yang berbeda,” jelas Pahrudin.
Menurutnya, Al Haris tentu dibebankan dengan tanggung jawab yang besar untuk menaikan suara partainya yakni, Partai Amanat Nasional (PAN)di Provinsi Jambi.
“Sangat berbeda peran dan dukungan Al Haris kepada HBA saat ini dibanding 2019,”tuturnya.
Jalan lain yang mungkin ditempuh bagi Al Haris untuk membantu suara HBA adalah dengan melakukan pemetaan wilayah basis. Misalnya wilayah Jambi bagian timur menjadi basis PAN dalam hal ini H Bakri, sedangkan Jambi wilayah barat menjadi basis HBA.
“Itu mungkin solusi bagi Gubernur, harus dilakukan mapping,” terang Dosen Universitas Nurdin Hamzah Jambi.(red)










