KERINCI, SB – Musim kemarau yang berkepanjangan melanda kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh sudah lebih sekitar 3 bulan, telah membuat kekeringan, baik lahan pertanian maupun sumber air bersih warga.
Guna meminta hujan, masyarakat kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh, pada Minggu pagi (08/10/2023), melaksanakan melaksanakan salat Istisqa’ atau sholat meminta hujan.
Dari Informasi diperoleh di kabupaten Kerinci ada beberapa desa yang melaksanakan shalat Istisqa’ yakni desa Baru, Air Bersih dan Kota Mebai, kecamatan Air Hangat Barat, desa Jujun, kecamatan Keliling Danau. Sedangkan kota Sungai Penuh, desa Pendung Hiang, kecamatan Tanah Kampung, juga menggelar Salat Istisqa’.
“Ya, Masyarakat Desa Baru, air bersih dan koto mebai laksanakan shalat mintak hujan, lokasi di Desa Baru. Di Jujun juga melaksanakan shalat Istisqa’,” ujar Rici salah seorang warga Kerinci.
Kades Pendung Hiang, Mattakin, juga membenarkan bahwa di desanya melaksanakn Shalat Istisqa’, karena kemarau yang sudah cukup lama terjadi di kota Sungai Penuh terutama di desanya.
“Iya hari ini kami menggelar salat istisqa meminta hujan turun. Karena sudah lama sekali kemarau ini. Kabut asap juga semakin parah, “kayanya.
Dampak kemarau ini sudah membuat ratusan hektar sawah kekeringan. Jarak pandang pun di Kerinci sudah tidak normal lagi dari biasanya 5 KM saat ini berdasarkan data BMKG pada Minggu (08/10/2023) susah 3 KM.
“Normalnya 5 KM. Saat ini jarak pandang 3 KM, ” kata Kurnianingsih kepala BMKG Stasiun Depati Parbo Kerinci. (*)









