Jakarta SB– Bank Mandiri mencatat kinerja positif pada April 2026. Pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) masing-masing mencapai 18% dan 17% secara tahunan. Sementara itu, rasio loan to deposit ratio (LDR) naik 150 basis poin menjadi 93,8%.
Analis Verdhana Sekuritas memperkirakan pertumbuhan kredit BMRI sepanjang 2026 berada di kisaran 7–9%. Berdasarkan prospek tersebut, Verdhana mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BMRI dengan target harga Rp6.000 per saham.
Target harga tersebut di hitung menggunakan analisis DuPont, dengan asumsi risk-free rate sebesar 6,5%, equity risk premium 7,8%, serta CAR adjusted ROAE 18%.
Valuasi target BMRI mencerminkan price to book value (PBV) sebesar 1,7 kali, lebih tinggi di banding posisi saat ini di level 1,5 kali. Sementara itu, price to earnings ratio (PER) di proyeksikan berada di level 9,7 kali, di bandingkan valuasi saat ini sekitar 8,2 kali.
Meski prospeknya di nilai positif, Verdhana mengingatkan sejumlah risiko yang dapat menekan kinerja saham BMRI, antara lain memburuknya kondisi makroekonomi, pengetatan likuiditas, serta kenaikan biaya kredit dan biaya operasional.
Kinerja laba BMRI juga di sebut mampu melampaui pencapaian bank besar lain seperti BBCA dan BBRI dalam periode tertentu tahun ini.(*)









