Pedagang Pilih Berjualan di Jalan ketimbang dalam Pasar Talang Banjar
JAMBI, SB – Meski Pemerintah kota Jambi, telah merelokasikan Pedagang ke dalam lapak Pasar Talang Banjar, yang telah di siapkan, namun pedagang enggan menempatinya.
Malah, Para pedagang lebih memilih untuk berjualan di pinggir jalan ke timbang di lapak yang telah di sediakan pemerintah kota Jambi.
Hal ini di lihat dengan kondisi lapak yang telah di sediakan di dalam pasar Talang Banjar, terlihat banyak Lapak yang kosong. Bahkan, para pedagang kaki lima (PKL) nekat mencuri kesempatan untuk kembali berjualan di pinggir jalan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa relokasi belum sepenuhnya efektif. Meski pemerintah telah menyediakan fasilitas lapak di area yang telah di tentukan, namun banyak pedagang memilih untuk tetap bertahan di lokasi lama.
Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Rita, menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk tim terpadu untuk melakukan penertiban dan pengawasan secara berkala.
Menurutnya, proses penertiban ini tidak bisa di lakukan secara instan karena membutuhkan waktu dan pendekatan.
“Tidak mudah untuk menertibkan para pedagang yang masih bandel. Ini butuh proses panjang, bisa berbulan-bulan. Tapi kami tetap lakukan penindakan secara konsisten,” ujar Rita.
Di sisi lain, kondisi lapak yang disediakan juga menuai keluhan dari para pedagang.
Pedagang Enggan Pindah
Anas, salah satu pedagang yang telah menempati lapak relokasi, mengaku bahwa hingga kini tidak ada peningkatan jumlah pembeli yang datang ke lokasi baru.
“Sejak relokasi, belum ada PKL lain yang ikut pindah. Pembeli juga tidak banyak yang datang, karena lokasi lapak jauh dari jalan dan bangunannya pun sudah tidak layak,” keluh Anas.
Relokasi pasar yang bertujuan untuk menata ulang kawasan dan menertibkan pedagang ini justru memunculkan persoalan baru. Selain tantangan dalam penegakan aturan, kondisi fasilitas dan lokasi yang di anggap tidak strategis.
Pemkot Jambi di harapkan segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sarana prasarana lapak agar dapat menarik minat pedagang maupun pembeli. (***)









