JAMBI, SB – Pertarungan Partai Golkar Jambi menuju Senayan, akan semakin sengit dan ketat pada Kontestasi Pemilu 2024 mendatang. Hal ini dilihat dari Calon yang masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) yang telah diumumkan KPU RI.
Selain nama Incumbent yang masih ambil bagian menjadi kontestan pada Pemilu yang akan berlangsung 14 Februari 2024 mendatang, sejumlah calon potensial juga akan berkompetisi untuk merebut Kursi 8 Kursi di Senayan.
Beberapa nama potensial dengan ketokohan yang akan maju untuk Calon DPR RI Dapil Jambi dari partai Golkar yakni, Cek Endra yang merupakan mantan Bupati Dua Periode dan Asyafri Jaya Bakri (AJB) mantan Walikota Kota Dua Periode.
Secara pengalaman Calon DPR RI yang merupakan mantan Bupati/Walikota Dua Periode ini tentu sudah banyak berbuat untuk daerahnya masing-masing seperti Cek Endra di Kabupaten Sarolangun, dan AJB di kota Sungai Penuh. Jadi Keduanya sudah barang tentu memiliki basis selama Dua Periode.
Pada Pemilu 2019 Partai Golkar suara terbanyak untuk DPR RI dari Jambi, dengan berhasil mendapat 2 Kursi. Suara terbanyak di sumbangkan Incumbent Mantan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) dengan memperoleh 200.291 suara. Sedangkan Incumbent lain Saniatul Lativa 85.969 suara.
Pengamat Politik Jambi Dr Dedek Kusnadi, menguraikan peluang Partai Golkar pada Pemilu 2024 mendatang, secara empirik, dengan berkaca dari pileg 2019 lalu, peluang Golkar tetap terbuka. Apalagi, caleg Golkar diisi oleh tokoh-tokoh berpengaruh, yang secara figur dan finansial mencukupi untuk mendapatkan suara.
Beberapa pendulang suara Golkar, selain HBA, ada Cek Endra, Saniatul Lativa, AJb, termasuk juga Jendral Yun Ilman, yang jaringannya cukup luas. Tokoh itu jika bergerak massif, akan mendulang suara besar bagi Golkar.
“Jika masing-masing caleg mampu mendapatkan 60 ribu suara saja, Golkar sudah bisa mengantongi suara sekitar 240 ribu. Belum lagi suara partai. Kemungkinan dua kursi cukup terbuka. Karena mesin pendulang suaranya banyak,”jelasnya.
Lalu apakah HBA masih menjadi petarung ulung yang menyumbang Suara lebih 200 ribu ? Kata Dedek harus dilakukan survei dulu. Karena sampai saat ini belum ada lembaga survei yang merilis. Tapi, secara empirik, bisa kita lihat bahwa HBA adalah salah satu caleg yang merupakan mantan gubernur Jambi, suaranya tersebar luas.
“Elektabilitasnya tinggi. Boleh jadi dia akan kembali mendapat suara maksimal, tergantung bagaimana dia bergerak dan mengaktivasi jaringan,”sebutnya.
Lantas bagaimana Peluang mantan Dua Kepala Daerah untuk merebut Kursi Golkar ? Menurutnya Secara ketokohan, CE dan AJB masih di bawah HBA. Tapi, CE dan AJB tidak menutup kemungkinan bisa mengungguli HBA. Sebab, CE dan AJB sebagai pendatang baru, bisa membawa isu perubahan.
“Meskipun HBA masih memiliki potensi untuk menyumbang suara terbanyak seperti pada Pemilu 2019, hal ini akan sangat bergantung pada popularitasnya, program yang ditawarkan, dan perkembangan politik saat ini. Cek Endra dan AJB memiliki potensi untuk bersaing dengan HBA, terutama jika mereka memiliki program yang menarik dan dapat membangun dukungan masyarakat yang kuat,”terangnya.
Sebagai representatif kesimpulan keseluruhan Peluang partai Golkar untuk meraih kursi di DPR RI dari Jambi masih cukup terbuka, tergantung pada berbagai faktor, seperti dukungan masyarakat, strategi kampanye, dan reputasi calon-calonnya. (Fra)










