JAMBI, Signalberita.com – Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, menghadiri peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang di gelar di Markas Polda Jambi, Jumat (26/6/2026). Kegiatan tersebut di rangkaikan dengan pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan sejumlah kasus di wilayah Provinsi Jambi.
Peringatan HANI menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara pemerintah, TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), aparat penegak hukum, tokoh agama, dan masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Hadirkan Berbagai Unsur Forkopimda
Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Jambi, Kepala BNN Provinsi Jambi, Bupati Sarolangun, Dandim 0420/Sarko, Ketua MUI Provinsi Jambi, perwakilan Kejaksaan Tinggi Jambi, perwakilan Kejaksaan Negeri kabupaten/kota, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.
Acara di awali dengan upacara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional yang mengusung semangat memperkuat kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba.
Setelah itu, kegiatan di lanjutkan dengan pemusnahan barang bukti narkotika sebagai bentuk komitmen aparat penegak hukum dalam menindak tegas pelaku tindak pidana narkotika.
Danrem: Narkoba Musuh Bersama
Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Nyamin menegaskan bahwa ancaman narkotika harus di hadapi secara bersama-sama. Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat.
Ia menegaskan Korem 042/Garuda Putih siap terus memperkuat sinergi dengan Polda Jambi, BNN, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat dalam upaya pencegahan, pemberantasan, dan edukasi mengenai bahaya narkotika.
“Kami siap bersinergi untuk mewujudkan Jambi yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” tegasnya.
Perkuat Perlindungan Generasi Muda
Peringatan HANI 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mempererat kerja sama lintas sektor dalam menghadapi ancaman narkotika yang masih menjadi persoalan serius.
Kolaborasi antara TNI, Polri, BNN, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, hingga tokoh agama di nilai menjadi kunci dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
Melalui sinergi yang semakin kuat, di harapkan Provinsi Jambi dapat terus meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika guna mendukung terwujudnya generasi sehat, produktif, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.(*)











