JAKARTA – Pemerintah memperkirakan langkah penataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menghasilkan penghematan anggaran negara yang signifikan. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyebut efisiensi yang dilakukan berpotensi mengurangi pengeluaran APBN sekitar Rp1 triliun setiap bulan.
Menurut Qodari, hasil pembahasan yang dilakukan dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan menunjukkan bahwa penghematan tersebut dapat mencapai sekitar Rp12 triliun dalam setahun. Upaya tersebut ditempuh melalui pembenahan tata kelola program, termasuk penghentian sementara pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru serta evaluasi berbagai komponen pendukung.
Ia menjelaskan, Badan Gizi Nasional (BGN) masih menyiapkan kajian menyeluruh terkait berbagai skema efisiensi lainnya. Proses evaluasi dijadwalkan berlangsung selama masa libur sekolah agar pelaksanaan program ke depan lebih tepat sasaran.
Sejumlah aspek yang menjadi fokus pembenahan antara lain penyesuaian insentif, penataan jumlah SPPG, serta optimalisasi penerima manfaat, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia dini.
Selain itu, pemerintah berencana mengarahkan pembangunan fasilitas SPPG ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) guna memastikan kelompok masyarakat yang paling rentan memperoleh akses gizi yang memadai.
Sebelumnya, alokasi Program MBG dalam APBN 2026 telah direvisi dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan BGN yang akan memprioritaskan kelompok masyarakat dengan kebutuhan intervensi gizi paling tinggi.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari sebelumnya mengungkapkan bahwa penataan ulang penerima manfaat sedang dilakukan. Dalam skema baru, siswa tingkat SMA, khususnya dari keluarga yang tergolong mampu, kemungkinan tidak lagi menjadi sasaran utama program.
Di sisi lain, pemerintah juga akan mengevaluasi jumlah SPPG. Dalam rapat koordinasi di Kemenko Pangan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa jumlah SPPG yang tersedia saat ini mencapai 27.877 titik, melampaui target awal sekitar 21 ribu titik atau lebih banyak 6.877 titik dari perencanaan semula. Evaluasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas sekaligus menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.(*)









