JAMBI, SB – Gebrakan kelompok milenial menuju pesta demokrasi pada Pemilu 14 Februari 2024 tidak bisa dipandang sebelah mata.Sejumlah nama turut serta ambil bagian termasuk dalam bursa Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi.
Kelompok milenial yang ikut dalam kontestasi DPD RI memiliki latar belakang yang beragam. Ada Akademisi, Politisi, Ormas, dan lain lain.
Kemunculan kelompok milenial ini bisa menjadi ancaman yang serius bagi incumbent. Karena mereka memiliki potensi dan basis yang memungkinkan untuk duduk di DPD RI.
Empat orang Incumbent yang masih duduk di DPD RI saat ini yakni, Elviana, M Syukur, Ria Mayang Sari, dan M Sum Indra, sudah dipastikan ikut bertarung kembali. Mereka sudah masuk dalam daftar calon DPD RI.
Analis Politik Universitas Nurdin Hamzah yang juga Direktur Eksekutif Public Trust Institute (PUTIN) Dr.Pahruddin HM, MA mengatakan, bahwa semua calon memiliki peluang untuk bersaing dan berkompetisi untuk merebut Empat Kursi DPD RI pada Pemilu 2024 mendatang.
“Petahana masih memilki ruang yang terbuka, karena mereka sudah memahami peta dan wilayah dan basisnya, tempat mereka menjalankan basisnya, jadi kalau ditanya peluang Incumbent sangat terbuka untuk maju kembali 2024 mendatang,”jelasnya.
Namun, menurutnya empat kursi tersebut berpotensi direbut oleh wajah baru terutama dari kalangan Milenial, karena banyak calon dari Milenial yang potensial untuk berkompetisi di DPD RI.
“Memang ada nama baru yang potensial terutama dari kalangan Milenial, seperti ada Edi Endra, seorang anak muda kiprah di desa di Provinsi Jambi, ada nama Ivanda Awalina, anak Sukandar Bupati Tebo Dua Periode yang cukup potensial di Tebo, apalagi didukung keluarganya. Ini tidak bisa diremehkan untuk calon DPD RI,”terangnya.
“Kemudian juga ada Heri Kusnadi dari Kerinci yang layak juga diperhitungkan untuk DPD RI, dan calon potensial lainya, terutama kalangan Milenial, karena mereka cukup intensif dalam menentukan dan memahami bagaimana berkomunikasi dengan anak muda,”tambahnya.
Dia menegaskan, sangat memungkinkan kelompok milenial merebut kursi DPD RI jika mereka lebih strategis dalam mengelola basis elektoral.
“Bisa saja kursi Incumbent ini direbut oleh calon dari kalangan Milenial, karena kita lihat banyak calon Milenial yang sangat potensial. Apalagi kalau Incumbent tidak merawat dan tidak mampu mengelola basis dengan baik selama ini, wajah-wajah baru ini nanti bisa merebutkan karena mereka memahami diwilayah basis yang pernah di menangi Incumbent dulunya,” tandasnya.
Basis Calon DPD RI
Menurut Pahrudin Basis Calon DPD RI berbeda dengan calon Legislatif, karena tersebar seluruh di provinsi Jambi, tanpa melihat dapilnya. Calon pun bisa fokus merebut suara dari daerahnya sendiri.
“Misalnya calon bisa fokus dari daerahnya. Untuk menambahkan suara bisa ambil dari daerah terdekat, atau bisa juga gunakan basis keluarga. Setelah itu baru nyasar ke daerah mana yabg potensial menambah dukungan,”jelasnya.
Selain basis Komunitas, secara umum, kata Direktur Eksekutif PUTIN ini, basis sosial pun berpengaruh dalam mendongkrak suara pada Pemilu nantinya.
“Secara umum bagaimana modal sosial itu dikelola dengan baik sehingga mampu meningkatkan elektabilitas mereka, karena untuk DPD modal basis sosial lebih dominan dari finansial,”tutupnya.(Fra)
Untuk diketahui ada 18 orang calon DPD RI dari Daerah Pemilihan Jambi, Berdasarkan DCS yang diumumkan KPU RI yakni :
- Abu Bakar Jamaliah
- Darmawan
- Edi Endra
- Elviana
- Erwan
- Hamid
- Heri Kusnadi
- Ivanda Awalina Firdausi Sukandar
- Lukman
- M. Sum Indra
- M. Syukur
- Muhammad Nuh
- Mus Mulyadi
- Petrus Hilman Dapot Tuah Purba
- Ria Mayang Sari
- Rudi Adriasya
- Sabar Nase Indallah Jadi
- Waini










