JAKARTA, Signalberita.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax dan produk sejenisnya membuat sebagian pengguna kendaraan beralih ke BBM bersubsidi Pertalite. Dampaknya, konsumsi Pertalite mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
PT Pertamina Patra Niaga mencatat konsumsi Pertalite meningkat sekitar 9,4 persen pada Juli 2026. Kenaikan tersebut terjadi setelah harga BBM RON 92 seperti Pertamax mengalami penyesuaian hingga menembus kisaran Rp16 ribu per liter.
Sebelumnya, harga Pertamax berada di kisaran Rp12 ribuan per liter. Namun setelah kenaikan harga, BBM nonsubsidi tersebut dijual sekitar Rp16.250 per liter, bahkan di sejumlah wilayah mencapai lebih dari Rp17 ribu per liter.
Direktur Regional Marketing PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengatakan perubahan harga BBM nonsubsidi berdampak terhadap pergeseran pola konsumsi masyarakat.
“Terjadi peningkatan konsumsi Pertalite hampir 9,4 persen hanya pada bulan Juli,” ujar Eko dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI.
Berdasarkan catatan Pertamina, sebelum kenaikan harga, komposisi konsumsi Pertalite berada di angka sekitar 75,4 persen, sementara Pertamax mencapai 23,2 persen. Setelah harga Pertamax naik, porsi konsumsi Pertalite meningkat menjadi 80,3 persen.
Sementara itu, konsumsi Pertamax turun menjadi 18,8 persen. Adapun Pertamax Green menyumbang sekitar 0,2 persen dan Pertamax Turbo sebesar 0,7 persen.
Menurut Eko, pergeseran konsumsi tersebut menunjukkan adanya perpindahan pengguna BBM nonsubsidi menuju BBM bersubsidi yang memiliki harga lebih terjangkau.
Selain Pertalite, konsumsi Biosolar juga mengalami peningkatan. Komposisi penggunaan Biosolar naik dari sekitar 93 persen menjadi 94,2 persen. Sebaliknya, konsumsi BBM diesel nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex mengalami penurunan hingga sekitar 6,4 persen.
Pertamina menyebut perubahan pola konsumsi tersebut terjadi karena sebagian pengguna kendaraan, termasuk sektor industri, memilih menggunakan BBM subsidi akibat adanya perbedaan harga yang semakin lebar.(*)











