SIGNALBERITA.COM – Ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sempat mengganggu jalur distribusi energi global mulai mereda. Iran kini membuka akses terbatas di Selat Hormuz bagi sejumlah negara Asia, setelah adanya komunikasi dan kesepakatan terkait keamanan pelayaran.
Kebijakan ini di lakukan secara selektif, dengan beberapa negara yang Iran buka Selat Hormuz atau sinyal positif untuk kembali melintasi jalur strategis tersebut.
Pakistan menjadi salah satu negara yang memperoleh izin. Pemerintah Iran di laporkan mengizinkan sekitar 20 kapal berbendera Pakistan untuk melintas, dengan dua kapal di jadwalkan berlayar setiap hari. Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif untuk menjaga stabilitas kawasan.
Hal serupa juga di alami Malaysia. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyampaikan bahwa kapal-kapal Malaysia telah di izinkan melintas setelah adanya komunikasi dengan sejumlah pemimpin kawasan, termasuk Iran.
Sementara itu, Thailand juga mendapatkan akses bagi kapal tankernya. Pemerintah Thailand memastikan kesepakatan telah di capai agar distribusi energi tetap berjalan lancar di tengah situasi yang sempat memanas.
Untuk Indonesia, pemerintah Iran memberikan sinyal positif terhadap keamanan pelayaran kapal nasional. Koordinasi antara Kementerian Luar Negeri dan pihak terkait menunjukkan kapal milik grup Pertamina berpotensi kembali melintas, meski masih menunggu kesiapan teknis.
Di sisi lain, India juga mulai mendapatkan akses. Dua kapal tanker LPG dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz setelah memperoleh jaminan keamanan. Namun, masih terdapat sejumlah kapal India lain yang tertahan di kawasan Teluk Persia.
Iran buka Selat Hormuz ini menjadi angin segar bagi rantai pasok energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Dengan adanya kebijakan ini, di harapkan stabilitas distribusi energi dapat kembali terjaga secara bertahap.***









