TEHERAN-Pemerintah Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan pelaksanaan kesepakatan perdamaian yang telah dicapai kedua negara. Teheran juga mendesak penghentian menyeluruh aksi militer Israel di Lebanon sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam serangkaian pembicaraan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein, serta Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty.
Dalam komunikasi tersebut, Araghchi mengungkapkan bahwa Iran telah menelaah secara menyeluruh hasil perundingan yang berlangsung di Islamabad, termasuk berbagai ketentuan yang tertuang dalam nota kesepahaman perdamaian yang telah disepakati.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Turki, Irak, dan Mesir atas dukungan mereka terhadap upaya gencatan senjata serta berbagai langkah diplomatik yang ditempuh untuk menekan eskalasi konflik dan menciptakan keamanan regional yang lebih stabil.
Ketiga negara bersama Iran juga sepakat pentingnya melanjutkan koordinasi dan konsultasi intensif guna merespons perkembangan situasi kawasan. Mereka menilai jalur diplomasi harus terus diperkuat agar stabilitas dan keamanan regional dapat terjaga secara berkelanjutan.
Sementara itu, proses perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat memasuki babak baru setelah kedua negara memulai negosiasi pascagencatan senjata yang berlaku sejak 8 April lalu. Perundingan tersebut difasilitasi oleh Pakistan dengan tujuan mengakhiri konflik secara permanen.
Dokumen nota kesepahaman yang menjadi dasar pembicaraan disebut telah melalui serangkaian pembahasan dan peninjauan selama dua bulan terakhir. Naskah tersebut berangkat dari 14 usulan yang diajukan Teheran pada fase awal penghentian konflik.
Meski mengakui adanya berbagai tantangan selama proses negosiasi, termasuk dugaan pelanggaran gencatan senjata dan perubahan sikap dari pihak Amerika Serikat, Iran menegaskan tetap mempertahankan posisi yang dianggap menjadi kepentingan nasionalnya.
Setelah penandatanganan nota kesepahaman, Washington dan Teheran dijadwalkan melanjutkan putaran negosiasi lanjutan selama 60 hari mendatang. Agenda tersebut ditujukan untuk merampungkan berbagai isu yang masih menjadi perbedaan dan membuka jalan menuju kesepakatan damai yang lebih komprehensif.(*)











