KERINCI, SB – Infrastruktur terutama jalan Tiga desa Renah Pemetik yakni Pasir Jaya, Lubuk Tabun dan Sungai Kuning, selalu menjadi jualan politik oleh Calon Bupati yang ikut Kontestasi Pilkada Kerinci.
Seperti pada Pilkada Kerinci tahun 2024 ini, sejumlah Calon Bupati Kerinci kembali menjanjikan akan membangun jalan menuju Renah Pemetik, kecamatan Siulak Mukai, hal ini untuk menarik hati masyarakat memilihnya.
Ironisnya setiap Pilkada Usai, janji manis Cabup yang pada saat mencalonkan diri maju di Pilkada Kerinci rela menempuh medan jalan yang sulit di renah pemetik tak kunjung sesuai harapan masyarakat.
Hanya secuil program infrastruktur yang dialokasikan di kawasan renah pemetik tersebut, selalu menjadi jualan politik Calon Bupati yang turun.
“Seperti biasa renah pemetik kembali jadi langganan janji politik, pas sudah jadi lupa,”sindir rido salah seorang petani renah pemetik.
Menurutnya, sejauh ini ada sejumlah calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci yang janjikan perbaikan akses utama jalan menuju desa, Lubuk Tabun, Pasir jaya hingga Sungai Kuning, namun janji tersebut justru membuat masyarakat ragu untuk memilih Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci tersebut.
“Tolonglah, layaknya Pilkada itu ‘kue’ jangan jadikan renah pemetik hanya jadi ‘Adonan saja. Kalau memang sudah jadi Bupati atau DPRD direalisasikan dong,”pintanya.
Aidil warga menyampaikan bahwa jalan Renah Pemetik setiap Pilkada selalu jadi jualan Calon Bupati yang karena masyarakat bisa dijanjikan dengan infrastruktur.
Padahal siapa pun Calon Bupati yang terpilih nantinya, tetap akan membangun jalan menuju Tiga Desa Renah Pemetik, karena Tiga desa ini merupakan sumber ekonomi masyarakat.
“Siapa pun Bupati Yo nanti tetap lah akan membangun jalan Renah Pemetik, jadi bukan Calon dadi Siulak lah yang akan memikirkan itu,”sebut Aidil warga yang berladang di Renah Pemetik.
Bahkan, ada oknum yang mengklaim bahwa Pembangunan jalan dari Pungut Mudik menuju Pasir Jaya merupakan bantuan dari calon Bupati, hal tersebut sangat disayangkan. Padahal yang membangun jalan adalah Pemerintah kabupaten Kerinci.
Untuk diketahui pada tahun 2024 ini, Pemerintah kabupaten Kerinci, yang dipimpin oleh PJ Asraf, telah membangun jalan Pungut Mudik menuju Renah Pemetik sekitar 1,7 Kilo meter.
Beberapa waktu lalu, PJ Bupati Kerinci Asraf telah turun meninjau proyek pengaspalan jalan menuju Tiga Desa Renah Pemetik.
PJ Bupati Kerinci, Asraf menyampaikan bahwa dari hasil peninjauan bahwa progresnya saat ini sedang dalam proses pengerasan sebelum dilakukan pengaspalan oleh pihak ketiga.
“Kita sudah cek langsung beberapa hari lalu, Alhamdulillah sudah Pengerasannya, kemudian nanti akan dilanjutkan pengaspalan, semoga bisa selesai tepat waktu,”ujarnya.
Dia menyampaikan bahwa anggaran yang digunakan dalam pembangunan jalan Renah Pemetik yang menghubungkan desa Sungai Kuning, Pasir Jaya dan Lubuk Tabun dan menghabis sekitar Rp 3 Milyar dengan panjang sekitar 1,7 Kilo meter.
“Sebenarnya bisa jauh kalau dilakukan pengerasan saja, namun karena permintaan masyarakat langsung di aspal maka hanya dapat sekitar 1,7 KM saja, semoga tetap berlanjut pada tahun depan lagi,”tambahnya.(Fra)









