KERINCI, SIGNALBERITA.COM – Sejumlah kelembagaan di Desa Koto Payang, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, mengeluhkan belum cairnya dana honor yang menjadi hak mereka selama dua tahun terakhir.
Berdasarkan informasi yang di himpun, honor yang belum di bayarkan tersebut meliputi honor guru TPA, tenaga PAUD, kader PKK, pengurus Lembaga Adat dan Karang Taruna. Dana honor itu di sebut tidak pernah di cairkan sejak tahun 2024 hingga 2025.
Salah seorang perwakilan lembaga desa membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima pembayaran honor dari pemerintah desa. “Dari tahun 2024 sampai 2025, honor kami tidak pernah cair,” ujarnya.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab belum dibayarkannya honor tersebut oleh pemerintah desa. Namun, kondisi itu di nilai memberatkan karena menyangkut hak yang seharusnya diterima.
“Kami tidak tahu apa kendalanya. Kami hanya berharap kepala desa bisa membayarkan honor kami yang sampai sekarang belum di terima,” katanya.
Persoalan tersebut, lanjutnya, juga telah di sampaikan kepada pihak kecamatan agar mendapat perhatian dan tindak lanjut. “Kami juga sudah menyampaikan persoalan ini kepada pihak kecamatan untuk mencari solusinya,”sebutnya.
Tidak hanya soal honor kelembagaan desa, namun soal program PTSL juga di keluhkan masyarakat, karena dana sudah di ambil, hingga saat ini tidak kunjung di ajukan. “Sertifikat Tanah Uang Sudah diambil, Sertifikat Batal Pengajuan 2024 ini,”bebernya.
Sementara itu, Kepala Desa Koto Payang, Dedi Mizwar saat di konfirmasi lewat WhatsAppnya membenarkan bahwa honor lembaga desa yang belum dibayar. Namun, dirinya membatah bahwa tidak bayar Dua tahun, karena dia menyebutkan pada tahun 2024 sudah dibayar.
“Betul bg, tapi tidak Dua tahun, pada tahun 2024 Ado Kito bayar, 2025 memang belum, dikarenakan ado beberapa hal yg menyebabkan keterlambatan bukan tidak akan di bayar,”jelasnya.
Namun, dia menyebutkan bahwa pihak akan segera melakukan pembayaran ke semua lembaga di desa Koto Payang.
“Insyaallah dalam minggu ini sudah terbayarkan ke semua lembaga. Kita tidak ingin terjadi kesenjangan maka kita ingin salurkan serempak. Ini di bayar ini lum timbul kecemburuan,”pungkasnya.(Fra)









