JAMBI, SIGNALBERITA.COM — PT Bank Pembangunan Daerah Jambi atau Bank Jambi mencatat peningkatan porsi kredit produktif hingga September 2025. Dari total penyaluran kredit sebesar Rp9,90 triliun, kredit produktif kian mendominasi portofolio pembiayaan bank daerah tersebut.
Direktur Utama Bank Jambi Khairil Suhairi mengatakan peningkatan itu mencerminkan arah kebijakan bank yang semakin fokus pada penguatan sektor riil, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penyaluran kredit mikro dan kecil, kata dia, menjadi prioritas dan menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
“Kami memastikan fungsi intermediasi perbankan benar-benar menyentuh masyarakat. Outstanding kredit UMKM terus tumbuh dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” ujar Khairil.
Kredit produktif Bank Jambi disalurkan terutama ke sektor-sektor unggulan daerah, seperti pertanian, perkebunan kelapa sawit dan karet, serta perdagangan. Sektor-sektor tersebut selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Jambi, dengan kontribusi sektor primer sekitar 13 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
- Secara umum, kinerja penyaluran kredit UMKM perbankan di Provinsi Jambi juga menunjukkan tren positif. Hingga November 2025, porsi kredit UMKM tercatat mencapai 46,51 persen dari total kredit perbankan di Jambi sebesar Rp57,28 triliun.
Selain kredit reguler, Bank Jambi mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Super Mikro dengan plafon hingga Rp10 juta serta suku bunga 3 persen. Upaya tersebut didukung dengan digitalisasi layanan perbankan, termasuk pemanfaatan QRIS dan mobile banking untuk meningkatkan akses dan bankabilitas pelaku UMKM.
Penguatan pembiayaan UMKM juga dibarengi program literasi keuangan dan sinergi dengan pemerintah daerah. Bank Jambi mencatat kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada di bawah 5 persen.
Khairil berharap penguatan UMKM dapat mendorong struktur ekonomi Jambi yang lebih beragam, stabil, dan berkelanjutan.(Gda)









