Signalberita.com – Pasca Unjuk rasa mahasiswa BEM Universitas Indonesia (UI) beberapa hari lalu, di Bundaran HI Jakarta Pusat, sosok perempuan bernama Fathimah Azzahra menyita perhatian publik.
Dalam orasinya Wakil Ketua BEM UI periode 2026 tersebut tampak emosional hingga meneteskan air mata saat terlibat adu argumen sengit dengan aparat kepolisian yang mengadang pergerakan massa aksi.
Aksi ketegangan bermula ketika rombongan mahasiswa berusaha mengarahkan mobil komando (mokom) dari kawasan Dukuh Atas menuju titik aksi di Bundaran HI.
Petugas kepolisian langsung mengadang dan meminta pengemudi mokom untuk berputar balik demi mencegah kemacetan.
Situasi kian memanas ketika seorang petugas diduga melakukan penyerangan dan berteriak ke arah kendaraan peserta aksi. Melihat insiden tersebut, Fathimah bersama barisan mahasiswa langsung maju melerai dan menyampaikan protes keras kepada Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E. P. Hutagalung yang berada di lokasi.
Keberanian Fathimah Azzahra
Sambil menahan tangis dan dengan nada bergetar, Fathimah mencecar perwira menengah kepolisian itu.
“Kita dengerin Bapak! Kita dengerin Bapak! Urusi tuh anak buahnya!” ucap Fathimah kepada Reynold dengan mata berkaca-kaca di tengah kepungan massa dan aparat.
Kombes Reynold pun lantas mengatupkan kedua tangannya sebagai tanda permintaan maaf atas sikap dari anak buahnya tersebut.
“Saya tanggung jawab! Saya tanggung jawab!” jawab Reynold.
Aksi berani Fathimah di lapangan bukan kali pertama yang melambungkan namanya. Fathimah menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Depok sebelum di terima di Universitas Indonesia.
Fathimah Azzahra tercatat sebagai mahasiswi Program Sarjana Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UI (FKUI) angkatan 2023 melalui jalur Talent Scouting pada Program Kelas Khusus Internasional (KKI).
Sosok Mahasiswa Aktif
Ia dikenal sebagai sosok mahasiswi aktif, cerdas, dan kritis. Sebelum memegang amanah sebagai Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah memiliki rekam jejak organisasi dan akademik yang mentereng.
Ia meraih Juara I kompetisi riset nasional The 17th Liver Update pada Mei 2025. Ia menjabat sebagai Head of 2nd Commission DPM UI (2025), Head of Community of Neuroscience and Psychiatry (CORE) FKUI (2024), serta Project Officer Semarak Ramadhan FSI FKUI.
Pernah viral usai adu argumen dengan Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam diskusi terkait MBG tersebut, Fathimah menyampaikan pandangan kritisnya secara tegas:
“Saya rasa tadi sudah bahkan disebutkan ya, bahwa ada sesuatu yang lebih genting sebetulnya dari mengisi perut lapar, yaitu bagaimana anak-anak di daerah yang akses pada sekolahnya itu masih terhambat,” ujar Fathimah Azzahra.
“Sebelum kita memberikan yang tambahan-tambahannya, additional-nya yaitu dari bentuk MBG ini, makan bergizi gratis, apa yang wajib-wajib dan standarnya perlu di penuhi dulu,” lanjutnya.
Ketegasan Fathimah dalam mengawal aspirasi publik—baik melalui mimbar diskusi formal maupun barisan demonstrasi jalanan makin mengukuhkan sosoknya sebagai aktivis muda yang konsisten dan vokal membela hak-hak masyarakat.
Berdasarkan pantauan di YouTube Tribunnews, kronologi bermula ketika seorang polisi menghampiri sebuah mobil berwarna hitam sekitar pukul 14.04 WIB. Pada momen yang sama, beberapa mahasiswa UI, termasuk Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra, ikut melerai polisi tersebut.
Cekcok terjadi di duga akibat aksi demonstrasi membuat kemacetan. Reynold pun menegaskan kepada para peserta aksi bahwa pihaknya akan tetap menjaga kelancaran.
“Jangan mengganggu ketertiban umum!” kata Reynold.
“Saya akan memberikan rasa aman. Tolong mengerti. Silakan kalian menyampaikan aspirasi, kami akan menjaga,” lanjutnya.
Namun, peserta aksi menyayangkan adanya dugaan tindakan represif oknum di lapangan yang bertolak belakang dengan janji pengamanan.
“Memberikan rasa aman tetapi dengan menyerang kami?” protes salah satu massa aksi.
Ia mencontohkan masih banyak anak di daerah yang harus menghadapi berbagai hambatan untuk mencapai sekolah, mulai dari akses jalan yang sulit hingga fasilitas yang belum memadai.
“Sebelum kita memberikan yang tambahan-tambahannya, additional-nya yaitu dari bentuk MBG ini, makan bergizi gratis, apa yang wajib-wajib dan standarnya perlu di penuhi dulu,” lanjutnya.(*)




















