KERINCI, SB – Jalan kabupaten yang berada di desa Koto Petai, kecamatan Tanah Cogok, kabupaten Kerinci, yang rusak parah dan tidak pernah ada diperbaiki oleh Pemerintah kabupaten Kerinci ditanami pohon pisang, pada Kamis (18/07/2024).
Aksi penanaman pohon pisang yang dilakukan oleh warga Koto Petai, merupakan bentuk protes dari terhadap pemerintah kabupaten Kerinci yang sudah 5 tahun tidak kunjung memperbaiki jalan yang seperti kubangan kerbau.
Madi, salah seorang warga Koto Petai, saat ditemui lokasi mengatakan bahwa aksi menanam pohon pisang yang dilakukan agar pemerintah melihat kondisi jalan Tanco terutama di desa Koto Petai yang sudah rusak parah.
“Aksi tanam pohon pisang ini mendapatkan dukungan positif dari sebagian besar masyarakat setempat. Mereka berharap bahwa inisiatif seperti ini dapat menginspirasi pihak berwenang untuk segera melakukan perbaikan jalan yang lebih menyeluruh dan mengurangi dampak negatif dari kerusakan infrastruktur,” ucapnya.
Dirinya juga sangat berharap kepada PJ Bupati Kerinci yang merupakan putra terbaik Tanco untuk dapat segera memperbaiki jalan di Koto Petai. “PJ Bupati juga harus melihat keluhan masyarakat karena apalagi pak PJ dari Tanco,”ucapnya.
Sebagai warga, dirinya juga mengkritik anggota DPRD Kerinci dari Dapil IV yang dinilai tidak tau bekerja hanya duduk manis di bangku dewan menikmati gaji setiap bulan masuk. Pasalnya, kondisi jalan Koto Petai yang rusak parah ini sudah terjadi selama kepemimpinan Dewan. “Padahal setiap tahun selalu diusulkan, mereka saja hanya mementingkan kepentingan sendiri malah buat jalan menuju tanah mereka,” bebernya.
Sebelumnya Kepala Dinas PUPR kabupaten Kerinci, Maya Novefri melalui Kabid Bina Marga Vidra saat dikonfirmasi melalui via Ponselnya mengatakan bahwa pada tahun 2024 tidak ada dianggarkan perbaikan jalan Koto Petai.
“Tahun ini tidak ada anggaran untuk perbaikan jalan Di Koto Petai, yang ada itu pengerasan jalan Lingkar Sebukar-Bunga Tanjung,”jelasnya.
Hal yang sama juga dibenarkan Yalpani selaku PPK, dia mengatakan bahwa untuk pengerasan jalan Lingkar dari Sebukar ke Bungan Tanjung, anggaranya 1,2 Milyar. “Kalau jalan Koto Petai tidak ada masuk dalam DPA kami tahun ini,”pungkasnya.(Fra)










