Wacana Penurunan Cukai Rokok Mencuat, Ini Tanggapan Gappri
SIGNALBERITA.COM – Tarif Cukai Rokok di Indonesia bakal di kaji ulang oleh Pemerintah, hal ini di sampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Ia menegaskan bahwa kebijakan cukai rokok akan di tentukan setelah kajian lapangan selesai di lakukan. Purbaya ingin memastikan terlebih dahulu bagaimana mekanisme cukai rokok berjalan, termasuk potensi adanya penyalahgunaan atau praktik ‘main-main’ di lapangan.
Rokok Tanpa Bea Cukai
Ia menilai, persoalan seperti peredaran cukai palsu perlu di bersihkan lebih dulu agar penerimaan negara bisa dihitung secara lebih jelas.
Purbaya menegaskan, setiap keputusan akan mempertimbangkan implikasi fiskal, kondisi makroekonomi, kesehatan publik, dan daya tahan industri.
Kebijakan di sektor cukai rokok menyangkut penerimaan negara, keberlangsungan industri tembakau, serta nasib jutaan tenaga kerja.
Gappri Sambut Baik Wacana penurunan Cukai rokok
Terkait wacana pengkajian cukai rokok, di sambut baik oleh Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri).
Ketua Umum Gappri, Henry Najoan, mengatakan langkah tersebut di harapkan dapat segera di realisasikan. Menurutnya, penurunan tarif cukai akan memberi insentif bagi industri hasil tembakau untuk bertahan di tengah melemahnya daya beli masyarakat serta maraknya peredaran rokok ilegal.
“Penurunan tarif cukai akan memperkecil jarak harga antara rokok legal dan ilegal, sehingga pasar bagi produk legal akan semakin terbuka,” ujar Henry.
Gappri juga mengaku telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Kementerian Keuangan untuk menyampaikan gambaran riil kondisi pasar. Selama lima tahun terakhir, tarif cukai hasil tembakau tercatat naik hingga 67,5 persen dan harga jual eceran melonjak 89,5 persen. Kondisi ini di nilai membuat harga rokok legal semakin sulit di jangkau konsumen, sementara rokok ilegal tetap marak karena selisih harga yang besar.
Di sisi lain, Gappri mengapresiasi langkah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam memberantas rokok ilegal melalui Operasi Gurita yang menyisir seluruh rantai distribusi, dari hulu hingga hilir.
“Gappri berharap Operasi Gurita juga menyasar produsen rokok ilegal, bukan hanya jaringan distribusinya,”tutupnya.***









