KERINCI, SB – Kabut Asap yang melanda kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh, kian memprihatinkan. Meski Bupati Kerinci telah telah mengeluarkan himbauan untuk mengurangi aktifitas diluar rumah dan menggunakan masker.
Namun, Dinas Pendidikan kabupaten Kerinci, hingga saat ini belum juga mengambil langkah untuk meliburkan sekolah bagi, PAUD, SD dan SMP dilingkup kabupaten Kerinci.
Belum adanya langkah dari Dinas Pendidikan Kerinci ini, mendapat kritikan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kerinci, karena dampak dari kabut asap yang sudah cukup mengkhawatirkan.
“Kabut Asap Kerinci ini kami lihat sudah mengkhawatirkan, di beberapa Daerah di Jambi sudah ada mengambil langkah dengan meliburkan sekolah. tapi di Kerinci ini belum juga ada langkah untuk meliburkan dari Dina pendidikan,”ungkap Yuldi Herman, Pimpinan DPRD Kerinci.
Dia menyebutkan bahwa akibat dan dampak dari kabut asap terus melanda Kerinci ini sudah banyak keluhan dari masyarakat yang disampaikan kepada dirinya, seperti Batuk, ISPA. “Kan kasian anak-anak yang menghirup kabut asap yang tidak sehat bagi kesehatan,”sebutnya.
Politisi PAN Kerinci ini juga meminta kepada Dinas Pendidikan kabupaten Kerinci, untuk mengambil langkah-langkah dengan berkoordinasi pihak terkait, seperti meliburkan sekolah.
“Dinas pendidikan harus melihat dampaknya, kalau memang udaranya sudah tidak sehat liburkan sekolah, harus Tegas,Dinas pendidikan, jangan sampai banyak korban dampak dari kabut asap,”tegasnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, Kurnianingsih, saat dikonfirmasi pada Senin (09/10/2023) kemarin, mengatakan untuk kondisi kabut asap di kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh pada Senin 9 Oktober 2022 jarak pandang 3 KM. “Jarak Pandang 3 Kilometer,”sebutnya.
Pantauan di kondisi kabut asap di kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh pada Senin (09/10/2023) hingga pukul 09.30 Wib, terlihat kabut asap semakin pekat, jarak pandang pun terbatas.(Fra)










