JAKARTA Signalberita.com – Selama libur Sekolah, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini untuk mendapat sorotan dari pelaku usaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi).
Pengusaha menilai penghentian sementara program MBG dapat memberikan dampak terhadap rantai usaha, mulai dari operasional dapur, tenaga relawan, hingga pemasok bahan pangan. Namun, BGN menyebut kebijakan itu di lakukan sebagai langkah efisiensi anggaran sekaligus pembenahan tata kelola program.
Penghentian operasional MBG di berlakukan selama masa libur sekolah nasional pada Juni hingga Juli 2026. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran BGN mengenai penyesuaian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat hari libur.
BGN Hentikan Insentif Selama Program Tidak Berjalan
BGN menjelaskan, selama SPPG tidak beroperasi, insentif harian tidak akan di berikan. Kebijakan tersebut menerapkan prinsip pembayaran berdasarkan layanan yang berjalan.
Wakil Kepala BGN menyampaikan bahwa pemerintah ingin memastikan pengelolaan MBG lebih efektif dan sesuai kebutuhan. Penghentian sementara ini juga menjadi bagian dari evaluasi sistem pelaksanaan program di lapangan.
Efisiensi Anggaran Capai Triliunan Rupiah
Dari kebijakan penghentian sementara tersebut, BGN memperkirakan negara dapat menghemat anggaran hingga sekitar Rp3 triliun.
Penghematan berasal dari penghentian insentif operasional SPPG selama masa libur sekolah, ketika layanan makanan bergizi tidak berjalan seperti hari normal.
Pemerintah menilai langkah tersebut diperlukan agar anggaran MBG dapat di gunakan lebih tepat sasaran, terutama karena jumlah penerima manfaat terus bertambah.
Pengusaha Khawatir Rantai Ekonomi Terganggu
Di sisi lain, Gapembi menyampaikan keberatan terhadap penghentian MBG selama masa liburan. Mereka menilai keputusan tersebut berdampak terhadap banyak pihak yang terlibat dalam ekosistem program.
Mulai dari relawan dapur, petani, peternak, hingga pemasok bahan pangan di sebut ikut merasakan dampaknya akibat berkurangnya aktivitas operasional.
Pelaku usaha juga mengungkapkan adanya biaya tetap yang tetap berjalan, seperti sewa tempat, tenaga kerja, dan kebutuhan operasional lainnya meski program sementara dihentikan.
Pemerintah Diminta Cari Solusi
Sejumlah pihak mendorong adanya solusi agar efisiensi anggaran tetap berjalan tanpa mengganggu keberlangsungan usaha masyarakat yang sudah bergantung pada program MBG.
Meski menuai kritik, pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi salah satu program prioritas nasional dan akan kembali berjalan setelah masa libur sekolah berakhir.
Ke depan, pemerintah kemungkinan akan melakukan penyesuaian sistem distribusi, mekanisme insentif, serta pola kerja sama dengan mitra agar program MBG lebih berkelanjutan.(*)












