JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Kutu Beracun dari Amerika Serikat, kini mulai mengkhawatirkan masyarakat, seperti Pemerintah Kanada meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran berbagai jenis kutu pembawa penyakit yang di perkirakan masuk dari wilayah Amerika Serikat. Ancaman ini menjadi perhatian serius karena sejumlah spesies kutu di ketahui membawa patogen berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan manusia maupun hewan ternak.
Saat ini, Kanada di sebut telah memiliki lebih dari 40 jenis kutu yang tersebar di berbagai wilayah. Salah satu yang paling di kenal adalah kutu berkaki hitam atau deer tick yang membawa bakteri penyebab penyakit Lyme. Penyakit tersebut umumnya di tandai dengan gejala demam, tubuh lemas, serta ruam berbentuk lingkaran menyerupai mata sapi.
Jika tidak segera di tangani, penyakit Lyme dapat memicu komplikasi serius pada persendian, jantung, hingga sistem saraf. Para peneliti menyebut masyarakat Kanada mulai khawatir karena belum tersedia vaksin yang benar-benar efektif untuk mencegah ancaman penyakit akibat gigitan kutu.
Peneliti dari Canadian Tick Research and Innovation Center mengungkapkan bahwa beberapa spesies kutu lain juga mulai bergerak menuju wilayah Kanada bagian utara. Sejumlah jenis bahkan sudah di temukan di Nova Scotia meski belum berkembang biak secara luas.
Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah kutu lone star. Jenis kutu ini di ketahui dapat memicu alergi terhadap daging merah pada manusia. Dalam beberapa kasus, korban yang tergigit mengalami reaksi berat setelah mengonsumsi daging sapi hingga mengalami gangguan pernapasan serius.
Ilmuan Soroti Kutu dari Amerika Serikat
Selain itu, ilmuwan juga menyoroti keberadaan kutu tanduk panjang Asia atau Asian long-horned tick. Kutu tersebut berpotensi menyerang hewan ternak dan menyebabkan anemia pada sapi. Jika tidak di tangani dengan cepat, serangan kutu dapat berujung pada kematian hewan dan menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi peternak.
Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, sejumlah fasilitas penelitian di Kanada mulai melakukan studi mendalam terhadap perilaku kutu dan patogen yang di bawanya. Penelitian ini di harapkan mampu membantu pengembangan metode pengendalian serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi penyebaran kutu berbahaya di masa mendatang.***









