Kontestasi menuju senayan bagi partai beringin (Golkar) Provinsi Jambi terbilang cukup ketat, pasalnya sejumlah tokoh sentral bercokol di partai ini. Sebut saja Hasan Basri Agus(HBA) mantan Gubernur Provinsi Jambi ini, pada pemilu 2019 lalu memperoleh suara yang signifikan yakni 200.291 suara. Ini merupakan perolehan suara tertinggi se-Provinsi Jambi.
Perolehan suara HBA ini berhasil membawa Golkar memboyong dua kursi ke senayan. Disusul Saniatul Lativa yang juga memperoleh suara cukup signifikan yakni 85.969 suara. Meski terpaut cukup jauh dari HBA namun Golkar tetap berhasil mendudukkan dua kadernya di senayan.
Pada Pemilu 2024 yang akan datang, Golkar Provinsi Jambi kembali memperkuat squadnya menuju senayan, selain HBA dan Saniatul, tak tanggung sejumlah nama tenar mengisi barisan squad senayan partai yang pernah berkuasa di era Orde Baru ini. Sebut saja Cek Endra (CE), mantan Bupati Sarolangun dua periode dan juga Ketua Golkar Provinsi Jambi saat ini, memiliki jaringan yang mengakar di seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi.
Bercokol juga nama tenar lainnya yakni Asafri Jaya Bhakri(AJB), mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi dua Periode dan Mantan Walikota Sungai Penuh dua periode, tak ayal diramalkan akan membawa Golkar memperoleh kantong suara yang lebih banyak.
Ada juga Syahrasaddin mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, juga tidak kalah tenarnya, karena sudah dikenal luas dan memiliki jaringan yang kuat di Kabupaten/ Kota.
Tidak ketinggalan seorang aktifis senior dan juga kader senior Golkar Yun Ilman, yang penuh pengalaman dalam mencicipi asam garam jagat politik. Tentunya juga memiliki jaringan yang luas.
Hadirnya sejumlah nama besar ini, membuat kontestasi di partai ini semakin ketat. Terlebih seluruh kontestan memperlihatkan keseriusannya, dengan terus menyentuh kalangan akar rumput. Bahkan hampir seluruh wilayah dalam Provinsi Jambi ini telah dikunjungi oleh Caleg Golkar.
Jika ada pertanyaan, apakah Golkar bisa meraih tiga kursi untuk senayan. Jawabannya mungkin saja, tentunya dengan sejumlah alasan yang realistis. Pertama, Partai Golkar masih mendapat penerimaan secara luas oleh masyarakat. Terbukti, jatuhnya Rezim Orde Baru tidak membuat partai ini kehilangan pendukungnya. Demikian juga di Provinsi Jambi.
Kedua, Sejumlah tokoh yang masuk dalam daftar Caleg Golkar untuk DPR RI adalah mereka yang sangat menguasai basis elektoralnya dan dipastikan memiliki kesiapan logistik yang mumpuni.Ketiga, Hampir semua Caleg Golkar ini dikenal secara luas, itu artinya populeritas mereka cukup tinggi.
Mungkin masih banyak faktor lainnya yang lebih bisa menjelaskan kemungkinan Golkar mendapat tiga kursi ke senayan. Namun setidaknya dapat kita simpulkan dalam tiga alasan di atas.
Ini hanya kita bicara peluang, soal tantangan pasti sudah menunggu para squad Golkar.
Qatar Kehilangan Dua Pemain, Kanada Berpeluang Besar di Grup B
SB – Timnas Qatar menghadapi situasi sulit pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2026 setelah kehilangan dua pemain akibat...
Read more









