KERINCI, SB – Setiap harinya Banjir di kabupaten Kerinci yang merendam di rumah masyarakat selalu berkurang. Bahkan, Satgas Darurat Bencana bersama dengan Pemerintah kabupaten Kerinci menurunkan status dari darurat Banjir dan Tanah Longsor menjadi Masa transisi.
Hal tersebut disampaikan PJ Bupati Kerinci, Asraf, pada saat Rapat evaluasi status dari Satgas Darurat Bencana Banjir dan Tanah longsor kabupaten Kerinci, pada Minggu (28/01) kemarin bertempat di posko Satgas di Kantor Camat Air Semurup.
PJ Bupati Kerinci, Asraf, menyampaikan bahwa dari 18 kecamatan di kabupaten Kerinci, terdapat 17 kecamatan terkena terdampak banjir, pada awal Januari lalu, saat ini tinggal 4 kecamatan yang masih ada genangan air.
“Untuk 7 desa yang masih tergenang air beberapa waktu, kondisinya sudah surut Tiga desa kecamatan Tanah Cogok Koto Petai, Ujung Pasir dan Koto Tuo Ujung Pasir hanya tinggal ujungnya saja yang air tergenang dekat Danau,”sebutnya.
Kemudian Dua desa di kecamatan Keliling Danau yakni desa Koto Dian dan Pulau Tengah juga sudah berangsur surut hanya yang berada dipinggir danau, sedangkan Desa Pulau Sangkar kecamatan Bukit Kerman dan desa Seberang Merangin kecamatan Batang Merangin juga sudah surut.
“Kalau banjir Bandang di Kayu Aro itu hanya banjir yang lewat, mungkin karena drainase yang kurang bagus, tapi kondisi sudah kembali normal,”tambahnya.
Asraf juga menyampaikan karena aktifitas masyarakat yang sempat terdampak banjir sudah kembali normal seperti biasanya, maka status dari Tanggap Darurat Bencana banjir dan longsor menjadi masa transisi.
“Arti aktivitas masyarakat tidak terganggu lagi, maka mulai besok (senin,red) sampai 3 bulan kedepan satgas tanggap darurat menurunkan status menjadi masa transisi. Jadi masa transisi mulai dari bulan Februari, Maret dan April. Kita mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam penanganan banjir dan longsor di kabupaten Kerinci,”ucapnya. (Fra)










