Kerinci, SB – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci masih akan berlangsung tahun depan namun suasana dan perang baliho bakal calon sudah terlihat hampir di setiap titik di desa. Mereka tengah berupaya mengambil empati masyarakat untuk bisa maju sebagai calon Bupati Kerinci untuk periode 2024-2030 mendatang.Â
Menurut pengamat Politik Fery Siswadi dari STIE Sakti Alam Kerinci memprediksi bahwa meski banyak nama yang muncul sebagai bakal calon Bupati namun di prediksi Pilkada Kerinci hanya diikuti 3 atau empat pasangan calon saja.Â
Menurutnya, kontestasi Pilkada di Kabupaten Kerinci sangat dipengaruhi oleh paradigma Partai politik di Indonesia secara umum; Partai Politik cenderung memiliki beberapa paradigma dalam menghadapi Pilkada yaitu, Paradigma Koalisi Partai-partai membentuk koalisi untuk mengumpulkan dukungan dan memperbesar peluang menang, kemudian Paradigma Isu, membawa isu-isu penting untuk mendapatkan dukungan masyarakat di tingkat lokal, selanjutnya Paradigma Karakter, Mempromosikan kandidat yang memiliki reputasi baik dan karakter yang kuat, paradigma Identitas, Mengandalkan basis dukungan berdasarkan identitas seperti agama, etnis, atau daerah asal kandidat, Paradigma Nasional* Menunjukkan dukungan kepada kandidat dari partai yang juga berkuasa di tingkat nasional, dan paradigma Kinerja, Menggunakan pencapaian dan program kerja sebagai alat untuk mendapatkan dukungan.
Dalam menghadapi Pilkada tiap partai biasanya mengadopsi kombinasi dari paradigma- paradigma ini tergantung pada situasi politik dan strategi yang mereka rencanakan.
Isu kedaerahan akan tetap menjadi isu yang menarik dan akan tetap menonjol di Pilkada Kerinci, Kerinci Hilir , tengah dan mudik tetap menjadi acuan dalam membentuk koalisi di Pilkada Kerinci oleh partai politik yang mengusung calon bupati kerinci. ” Dalam konteks Pilkada Kabupaten Kerinci, Paradigma Identitas dan Paradigma Isu akan terlihat lebih menonjol.. Parpol akan cenderung berkoalisi dengan mengedepankan kombinasi Paradigma ini,”jelasnyaÂ
Sebagai mana di ketahui bahwa ada banyak calon yang digadang-gadang akan maju di pilkada Kerinci 2024 mendatang sebutnya saja misal dari Hilir ada nama Tafyani Kasim, Karzalo, kemudian dari Tengah ada nama Deri, Boy Edwar, Mudik ada nama Monadi, Fadli, Cori Johan. Namun yang menentukan tetapkan para partai politik nantinya. ” Munculnya cukup banyak nama figur potensial di tengah masyarakat saat ini “sangat bagus”untuk masyarakat lebih awal bisa menilai nama-nama tersebut.. Secara khusus yg akan sangat mempengaruhi *lirikan awal* masyarakat, seperti, Ketokohan atau popularitas, Rekam jejak, Jaminan mendapat Partai Pengusung,Kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat,”terangnyaÂ
Namun Ferry Siswadi Melihat konstelasi Parpol di Kabupaten Kerinci yang paling berpeluang untuk diusung, tentu saja Figur Pimpinan atau tokoh Parpol yang juga memiliki popularitas, karena disamping cukup populer di masyarakat, yang bersangkutan juga akan ikut berperan dalam menentukan pilihan calon yg diusung oleh Parpol nya, meskipun penentuan akhirnya nanti porsi DPP Parpol, cukup besar.” Berdasarkan kemungkinan memperoleh dukungan Parpol dari nama yang muncul saat ini yg paling berpeluang jika mereka serius untuk maju, antara lain, H. Boy Edwar dari Golkar,Monadi atau Fadli Sudria dari PAN dan Tafyani Kasim dari PDIP, ini karena mereka adalah orang partai berbeda dengan calon lain yang tidak sebagai pengurus partai politik.
Jika kita dilihat Secara paradigma identitas wilayah yang tengah atau mudik, masih memiliki peluang lebih besar dari hilir untuk posisi Bupati Kerinci.”Kalau terjadi kombinasi pasangan mudik-tengah atau tengah mudik, ini berpeluang Pilkada Kerinci satu putaran, Pasangan yang muncul paling potensial tiga pasang atau paling maksimal 4 pasang,”katanya. (*)











